Letak dan Luas Wilayah

Desa Air Panas secara administratif termasuk dalam wilayah kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat Propinsi Maluku Utara setelah pemekaran dari desa Golago kusuma Terletak di arah Utara Kabupaten Halmahera Barat dengan jarak 16 Km dari kantor kecamatan. Jarak Desa Air Panas dari kantor bupati kabupaten Halmahera Barat sekitar 21 Km. Waktu tempuh menuju pusat kota kecamatan sekitar 1 jam, sedangkan waktu tempuh menuju ibukota Kabupaten kira-kira 1 jam setengah. Desa air panas terdiri dari 2 RW dan 4 RT, yakni RW 01 dan RW 02 dan RT 01, 02, 03 dan RT 04. Luas Wilayah desa air panas adalah 250 Ha dengan batas-bata desa sebagai berikut:

– Sebelah Utara : Desa Tosoa

– Sebelah Selatan : Desa Golago Kusuma

– Sebelah Barat : Hutan Lindung

– Sebelah Timur : Kali Akelamo

Topografi dan Jenis Tanah

Desa air panas secara topografi berupa dataran rendah. Suhu di daerah ini cukup bervariasi antara 24 derajat saat paling dingin dan 35 derajat saat paling panas. Jenis tanah yang ada di wilayah sebagian besar adalah tanah andisol. Sifat tanah andisol adalah bersolum tebal dalam dan berwarna kuning terang, makin dalam makin terang. Tekstur liatnya silty loam dengan kadar liat kurang dari 30%. Kepekaan tanah andisol terhadap erosi cukup tinggi, keasamannya bermacam-macam, dan bahan organiknya rendah.

Iklim

Iklim merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Iklim desa air panas termasuk dalam daerah dengan tipe iklim D, dengan nilai Q antara 60% – 100%. Nilai Q adalah perbandingan antara banyaknya bulan basah dibagi dengan bulan kering kali 100%.

Sarana dan Prasarana

Sarana perhubungan dengan Akelamo sebagai ibukota kecamatan dan Jailolo sebagai ibukota kabupaten dihubungkan dengan jalan darat dengan konstruksi sebagian jalan beraspal dan sebagian lainnya sirtu. Sedangkan dari pusat desa menuju ke seluruh dusun dihubungkan oleh jalan yang diperkeras dengan batu atau makadam, jalan makadam ini tidak bagus karena tidak ditata dan di perbaiki oleh pemerintah daerah.

Keadaan jalan yang tidak beraspal dan adanya mobil angkutan yang masuk mengakibatkan mobilitas dalam kegiatan sehari-hari masyarakat menjadi rendah, sehingga banyak masyarakat Desa banyak yang melakukan urbanisasi terutama kaum muda. Sebagian besar dari kaum bekerja keluar desa menuju berbagai kota untuk beberapa tahun, setelah itu mereka akan kembali lagi ke desa untuk tinggal menetap. Bagi masyarakat yang bekerja sebagai pedagang, atau mau bekerja keluar kota merasa sangat terbantu dengan adanya prasarana jalan angkut ini.

Sistem Usaha Tani

Ditinjau dari jenis komoditas yang diusahakan, sistem usaha tani yang ada di air panas dibedakan menjadi dua, yaitu komoditas pertanian seperti jagung, sayur – sayuran dan ketela, komoditas perkebunan seperti kelapa, kopi dan durian, Sedangkan ditinjau dari rotasinya dapat dibedakan menjadi dua yaitu komoditas yang mempunyai rotasi lebih dari satu tahun dan komoditas yang kurang dari satu tahun. Yang dimaksud rotasi disini adalah jangka waktu tanamn tersebut ditanam sampai dengan tanaman tersebut tidak ekonomis lagi diproduksi.

Jenis komoditas pertanian yang ada di desa terdiri dari Jagung (Zeimays indurate), ubi rambat, ubi kayu (manihot utilissima), dan sebagian besar adalah tanaman jagung dan ketela pohon. Keempat komoditas pertanian tersebut ditanam pada lahan yang sama secara bergiliran sesuai dengan musimnya. Pola pergiliran tanaman ini berlangsung dalam jangka watu satu tahun. Pada umumnya jagung dan cabai dan ubi kayu ditanam pada awal musim penghujan (Oktober-November).Namun hal ini berlaku jika lahan yang ada kekurangan air. Untuk lahan mudah dalam mendapatkan air tidak menggunakan pola pergiliran karena setiap tahunnya hanya ditanami dengan jagung saja.